Biarkan saja aku pergi menuju dunia yang tak nyata,
biarkan saja aku pergi menembus jalan terakhirku...
Mataku lelah mencurahkan intan yang mencair ini,
rinduku tak terbendung lagi seakan ingin mati saja,
adakah kau tau gejolak dijiwaku?
Aku harus bagaimana lagi?
Apa yang harus kulakukan tanpamu?
tanpa dirimu aku hanyalah kayu yang rapuh direndam air,
tanpamu setiap hariku adalah malam,
tak bisakah kau datang menjemputku?
Bawa aku pergi jauh dengan kedua sayap putihmu.
Tak mungkin lagi aku bertahan,dalam keadaan ini,
Bisakah satu permohonan ini kau kabulkan yang Kuasa.
Aku lebih bahagia dengannya,ada dipelukannya,
biarlah tak ada tempat berteduh untuk kami.
asalkan ia genggam erat tangan ini,badaipun aku takkan cemas..
Tapi semua tak adil,dan aku tak ingin mengeluh terus,
aku coba pasrah lepaskannya,hatiku semakin terkoyak.
Aku tak mencari dimana adanya lagi....
tapi hatiku semakin bertanya?
mungikin aku akan bertemu dia saat hatiku terbasuh ikhlasku.
Aku membebaninya dengan lukaku,
aku bedosa telah manahan kerelaannya,
lalu apa yang harus kulakukan agar kau kurelakan....
hingga saat aku menepis bayangmu semuanya?
Adakah kau bahagia diatas sana,ketika kau tak lagi bersamaku ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar